Toba Caldera Resort, Sibisa, 22386

Jl. Kapt. Pattimura No.125 Medan 20153 Sumatera Utara

info@bpodt.id

Toba : (0625) 41500 Medan: (061)450-2908

Mitigasi dan Tanggap Bencana Longsor dan Banjir di Sekitar Kawasan Toba Caldera Resort

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Toba – Pada minggu ketiga dibulan agustus lalu sempat terjadi peristiwa banjir dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah yang ada di kabupaten Toba, Sumatera Utara, Minggu (21/08/2022). Hal tersebut terjadi dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi disertai dengan angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera Utara. Beberapa wilayah di kabupaten Toba yang terkena dampak peristiwa ini adalah Kecamatan Ajibata tepatnya Desa Sibisa, Desa Jangga Dolok dan kecamatan Lumbanjulu.

Diketahui curah hujan disertai angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah Sumatera Utara itu merupakan sebagai kejadian luar biasa (extra ordinary event). BMKG Wilayah I Medan menyebutkan tingginya curah hujan di Sumatera Utara disebabkan belokan angin dan pertemuan angin/konvergensi di Sumatera Utara. Fenomena ini dikenal dengan MJO (Madden Julian Oscillation) merupakan aktivitas intra-seasonal dikenali melalui adanya pergerakan angin La Nina dari Samudera Hindia menuju Samudera Pasifik, menyebabkan wilayah Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Toba dapat mengalami musim hujan berkepanjangan dengan intensitas tinggi lebih dari biasanya.

Menurut Anderson Situmeang selaku Kepala Divisi Komunikasi Publik Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) sebelumnya pada hari Kamis dan Jumat di tanggal 18 – 19 Agustus 2022 terjadi hujan deras dari sore hingga malam di sekitar Toba Caldera Resort (TCR) Kecamatan Ajibata, Desa Sibisa namun pada waktu tersebut observasi sistem drainase di Kawasan TCR masih berfungsi dengan baik.
“Pada saat hujan deras di tanggal 18 dan 19 Agustus 2022 sistem drainase di Kawasan TCR masih berfungsi dengan baik namun ditanggal 20 Agustus hujan kembali melanda Kawasan Sibisa dengan curah hujan yang sangat deras terjadi mulai dari pagi hingga tanggal 21 subuh yang mengakibatkan terjadi longsor di sekitar Bobocabin, disusul sekitar sejam kemudian terjadi longsor di belakang Gedung Genset dan setelah dilakukan observasi ditemukan bahwa ada aliran air (run off) kearah lereng di belakang bobocabin dan Gedung Genset. Aliran air ke jurang ini menggerus tanah di belakang kedua bangunan tersebut dan merupakan prediksi penyebab utama longsor terjadi,” ujar Anderson.
Ia juga menambahkan peristiwa tersebut dapat terjadi dikarenakan intensitas air hujan yang lebih dari biasanya (tidak biasa), kapasitas sistem drainase disekitar Kawasan TCR maupun di Kawasan Desa Sigapiton yang berada di bawah Kawasan TCR terlampaui. Hal ini menjadi pemicu limpasan air tidak terkendali dan di Desa Sigapiton saluran buangan utama mengalami banjir.

Untuk di Kawasan Toba Caldera Resort sendiri yang berada di kabupaten Toba dan berbatasan dengan beberapa desa pemukiman warga, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba telah melakukan beberapa bentuk dan upaya mitigasi bencana seperti di dalam Rencana Induk dan Rencana Detail (RIRD) Kawasan TCR, sistem drainase yang dipilih sudah mempertimbangkan konservasi alam, keselamatan dan safety kawasan agar tehindar dari bencana longsor dan banjir mengingat posisi kawasan TCR yang berada pada puncak lereng. Sistem drainase ini mengacu pada prinsip tanpa (zero) limpasan, yang mengadopsi teknologi kolam retensi, sumur resapan dan teknologi subdrainage. Sistem ini menjamin kawasan TCR bebas dari banjir dan longsor. BPODT aktif juga aktiv melakukan proses reboisasi, seperti yang dilakukan pada awal tahun 2022, BPODT bersama Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), Sucofindo dan Surveyor Indonesia menanam 300 bibit pohon produktif diaeral Toba Caldera Resort, Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.
Pada kongres W20 pada tanggal 20 Juli 2022, BPODT juga kembali melakukan penanaman pohon secara simbolik di TCR yang dilakukan oleh perwakilan tiap negara peserta, hal ini dilakukan dalam rangka pelestarian hutan dan mitigasi bencana alam yang dapat terjadi di Kawasan TCR. Saat ini BPODT juga sedang melakukan peningkatan kapasitas dan kualitas sistem drainase eksisting Kawasan agar peristiwa serupa yang sebelumnya terjadi dapat dicegah dan tidak terulang Kembali.

 621 total views

BPODT
BPODT

Leave a Replay