Toba Caldera Resort, Sibisa, 22386

Jl. Kapt. Pattimura No.125 Medan 20153 Sumatera Utara

info@bpodt.id

Toba : (0625) 41500 Medan: (061)450-2908

Siaran Pers: Jembatan Tano Ponggol, Ikon Baru Pariwisata Danau Toba

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin

Siaran Pers:

Badan Pelaksana Otorita Danau Toba

Jembatan Tano Ponggol, Ikon Baru Pariwisata Danau Toba

Samosir, 9 Oktober 2023 – Seiring dengan dibukanya jembatan dan Kanal Tano Ponggol di Pangururan, Samosir, kini para wisatawaan ramai-ramai mengelilingi Danau Toba, baik melalui jalan darat maupun melalui danau.  Kemegahan jembatan Tano Ponggol menjadi daya tarik yang luar biasa bagi setiap orang yang melintas, baik yang melintas di atas jembatan, maupun melalui kanal di bawah jembatan.

Jembatan Tano Ponggol dari arah selatan

Seorang nakhoda kapal, Tahap Situmorang mengaku bahwa setiap melintasi kanal Tano Ponggol membawa rombongan wisata mengelilingi Danau Toba, para wisatawan selalu meminta waktu berlama-lama untuk  berswafoto.

“Setiap kami membawa rombongan wisata mengelilingi Danau Toba, kami selalu berhenti di kanal  Tano Ponggol atas permintaan wisatawan karena mereka ingin berswafoto dan ingin  berlama-lama berada di bawah jembatan untuk melihat kemegahan Jembatan  dan kanal Tano Ponggol tersebut” ujarnya.

Jembatan Tano Ponggol

Baru-baru ini ada rombongan akademisi dari berbagai universitas di Sumatera Utara mengadakan tur wisata mengelilingi Danau Toba dengan kapal. Salah seorang peserta, Prof. Umar Zein mengaku sangat kagum atas kemajuan pariwisata Kawasan Danau Toba saat ini, khususnya Jembatan dan Kanal Tano Ponggol. 

“Kami baru saja mengadakan tur wisata keliling Danau Toba melalui kapal, saya sangat kagum dan bangga atas pengembangan pariwisata di Kawasan Danau Toba saat ini. Saya menyaksikan sendiri fasilitas yang telah dibangun di sekeliling Danau Toba, salah satunya jembatan dan kanal Tano Ponggol. Kami ingin berlama-lama di kanal Tano Ponggol dan semua peserta tidak melewatkan kesempatan untuk berswafoto sebagai kenangan telah mengelilingi Danau Toba 360 derajat,” ujar Prof.Zein.

Jembatan Tano Ponggol dari arah utara

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Danau Toba melalui Direktur Destinasi Pariwisata, Fritz Pangihutan Nababan mengatakan bahwa Pemerintah telah membangun berbagai infrastruktur pariwisata Danau Toba antara lain: Jembatan dan Kanal Tano Ponggol, Kawasan Pangururan dan Kawasan Tele.

“Pemerintah telah membangun berbagai infrastruktur pariwisata di Danau Toba, antara lain: Jembatan Tano Ponggol yang merupakan satu-satunya pintu masuk ke Pulau Samosir melalui darat. Pemerintah juga telah membangun kanal di bawah Jembatan Tano Ponggol sehingga kapal-kapal dapat mengelilingi Danau. Selain itu pemerintah juga sedang membangun kawasan Pangururan dan Kawasan Tele ” ujar Fritz.

Salah satu kapal yang mengelilingi Danau Toba

Tano Ponggol adalah sebuah kanal yang memisahkan Pulau Sumatera dengan Pulau Samosir. Kanal tersebut dibangun pada tahun 1907 oleh pemerintah kolonial Belanda dan diresmikan pemakaiannya tahun 1913. Konon kanal tersebut dibangun oleh Kolonial Belanda sebagai strategi untuk mempermudah menghadapi perlawanan masyarakat lokal (Batak). Jembatan yang dibangun dengan kerja rodi (paksa) tersebut diberi nama Jembatan Wilhemmina. Sejak itulah kanal tersebut dapat dilewati oleh kapal-kapal yang ada di Danau Toba, yang dari selatan menyeberang ke utara dan sebaliknya. Tano Ponggol (Batak) artinya: tanah potong/patah/putus.

Pembangunan sedang dilakukan di Kawasan Pangururan

Pembangunan Jembatan dan Kanal Tano Ponggol dimulai sejak tahun 2020 di saat Danau Toba ditetapkan Pemerintah sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Jembatan Tano Ponggol yang panjangnya 382 meter tersebut dapat digunakan sejak bulan April 2023 sedangkan Kanal Tano Ponggol telah dapat dilalui oleh kapal-kapal sejak bulan Juli 2023. 

Pembangunan sedang dilakukan di Kawasan  Tele

Jembatan Tano Ponggol menghubungkan Pangururan dengan Tele. Kini Kawasan Pangururan dan Kawasan Tele sedang ditata oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Beberapa ruang lingkup yang sedang ditata di Kawasan Pangururan yakni: Air Menari, Pusat Kuliner, Taman Pustaha, Tanjung Horbo, Taman Rohani, Galeri Samosir, Plaza Onan Baru, Wahana Totem Dunia. Pembangunan Kawasan Pangururan disebut dengan Waterfront City Pangururan), sedangkan yang sedang ditata di Kawasan tele yakni: Menara Pandang, Sky Bridge, Sky Walk. Penataan Kawasan Pangururan dan Kawasan Tele diharapkan selesai di akhir tahun 2023 ini.

Nelson Lumbantoruan

Kepala Divisi Komunikasi Publik BPODT

 710 total views

Komblik BPODT
Komblik BPODT

Leave a Replay